Resolusi 2015



Detik terus bergulir, membuat mentari yang tadinya terbit menjadi tenggelam setiap harinya. Tanpa kita sadari, begitu banyak kejadian telah kita lalui entah itu kebahagiaan ataupun kesedihan. Semua kenangan-kenangan itu bagaikan untaian kata dalam sebuah cerita, dimana setiap goresnya memberikan arti tersendiri bagi pengarangnya dalam mebuat sebuah buku. Buku kehidupan.

Ketika kenangan-kenangan tersebut telah tersusun rapi dalam sebuah paragraf, ada kalanya kita harus memulai bab baru. Layaknya sebuah buku, bab baru tersebut masih bersih. Masih belum tergores sedikitpun. Namun sejenak kita pasti berpikir, apa yang hendak kita tulis dalam bab ini? Akankah kita akan memulainya dengan tinta biru, ataukah merah? Semua pasti akan berharap buku hidupnya penuh dengan tinta-tinta biru kebahagiaan. Tetapi, sedatar itukah?

Hidup tidak selalu berisi kebahagiaan. Ada saat dimana kita diuji dengan masalah dan kesedihan. Karena kita tidak akan pernah tau bagaimana itu biru tanpa adanya merah, Begitupun merah tanpa adanya biru. Karena antara kebahagian dan kesedihan akan selalu ada sebuah pelajaran yang berharga. Pelajaran yang membuat kita mengerti, yang membuat kita lebih bijak dan kuat.

Maka dari itu, di lembar yang masih kosong ini hendaknya kita belajar untuk lebih berhati-hati dan lebih bijak. Karena yang selanjutnya bukan berarti akan lebih mudah. Sebab manusia adalah makhluk fanah yang tak akan pernah bisa memperhitungkan segalanya dengan amat sangat tepat. Tak bisa mengontrol apa yang akan terjadi dan apa masalah yang akan dihadapi, selain menunjukkan sikap dan memilih jalan yang terbaik.

Kegagalan merupakan sesuatu yang tak ayal untuk ditemui ketika kita mengisi lembaran kosong tersebut. Sebab terkadang kita terjatuh bukan karena batu yang besar, namun batu yang hampir tak terlihat adanya. Manusia yang hebat bukanlah manusia yang tak pernah gagal, tetapi manusia yang terus berharap dan berusaha untuk bangkit setelah ia terjatuh.

Semoga di lembaran yang baru ini, kita dapat memperbaiki apa masih rapuh. Menyelesaikan yang belum sempat terselesaikan. Mengatakan yang belum sempat dikatakan. Serta yang terpenting adalah terus bersyukur dan berdoa kepada-Nya atas segala berkah yang telah Ia berikan dalam setiap hembus nafas kita. Karena Tuhan mendengarkan lebih dari apa yang kita tahu, dan memberi lebih dari apa yang kita minta.

Selamat Tahun Baru 2015 kawan ...

Komentar

Postingan Populer